Medan, Dua spesialis perampok nasabah bank diringkus personel Satlantas Polresta Medan dibantu masyarakat, Kamis (26/2) siang. Pelaku juga sempat babak belur akibat diamuk massa. Dari tangan tersangka, polisi menyita uang tunai Rp348 juta, satu unit sepeda motor, satu kunci T dan tas sandang hitam.
Informasi diperoleh menyebutkan, kejadian itu berawal saat korban, Karnain Salim alias A Lim (49) penduduk Jalan Duyung, baru saja mengambil uang di Bank BCA Komplek Asia Mega Mas.
Setelah itu, korban menuju Jalan Asia berencana menyetor uang tersebut ke Bank Mandiri. Tetapi baru saja turun dari mobil, muncul tiga orang tak dikenal mengendarai dua sepeda motor dan merampas tas berisi uang itu.
Korban terkejut dan berteriak minta tolong, didengar pengguna jalan serta dua personel Lantas segera melakukan pengejaran. Diduga kalut, dua pelaku yang mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter MX menabrak plang yang ada di pinggir Jalan Sutomo hingga terjatuh.
Tak ayal, keduanya langsung diamuk massa yang sudah kalap. Wajah dan badan keduanya lebam-lebam. Beruntung, personel Polantas yang turut mengejar segera menghentikan aksi main hakim tersebut dan memboyongnya ke Mapolresta Medan.
"Kedua tersangka, RS penduduk Marelan Pasar V dan HS penduduk Martubung," ujar Kapolresta Medan, Kombes Pol Nico Afinta didampingi Kasat Reskrim Kompol Wahyu Bram.
Berdasarkan pemeriksaan sementara, kata Kapolresta, tersangka diduga sudah berulangkali beraksi di beberapa tempat kejadian perkara (TKP).
"Kami akan dalami kasus ini untuk mencari tahu lokasi mana saja keduanya pernah beraksi," tambah Kapolresta.
Saat bersamaan, Kapolresta menyatakan, mengapresiasi 'Polantas Cakap' dan masyarakat yang berperanserta mendukung tugas kepolisian. Dikatakan, program pagi siang malam subuh (PSMS) yang dijalankan personel Lantas dan satuan lain, dijalankan dengan baik.
"Buktinya, bisa menangkap dua pelaku ini. Kedua pelaku diancam Pasal 365 dengan ancaman minimal lima tahun penjara," tutup Kapolresta.
Sementara, tersangka HS mengaku mereka beraksi tiga orang. Seorang lagi yang berhasil melarikan diri berinisial D penduduk Labuhan Deli. "Kami bertiga, tapi si D lari. Kami juga baru kali pertama beraksi," akunya.
Dia menegaskan, terpaksa melakukan aksi perampokan karena terdesak kebutuhan mencari biaya perobatan orang tua yang sedang sakit. "Mamak aku sakit, uang gak ada jadi terpaksa merampok," sebut pria bertato ini. (analisadaily.com)